Shalat Tarawih ,bag.1
.Bilangan Rakaat Sholat Tarawih
Banyak hadits masyhur yang menjelaskan tentang beberapa fadhilah sholat tarawih, diantaranya hadits yang diriwayatakan oleh siti Aisyah Ra,
" Bahwasanya Rosulullah SAW keluar di malam bulan Ramadhan lalu menunaikan shalat di masjid, kemudian para sahabat ikut menjadi makmum. Di pagi harinya para sahabat saling bercerita tentang kejadian malam tsb. Kemudian di malam kedua banyak sahabat yang datang, lalu nabi shalat dan mereka pun ikut menjadi makmum.Ketika malam ketiga, para sahabatpun semakin banyak, sehingga masjid penuh sesak. Akan tetapi, beliau baru keluar untuk menunaikan berjama'ah dengan para sahabat, dan beliau baru keluar lagi ketika ingin menunaikan shalat subuh, Setelah beliau salam dari shalat subuh, lalu beliau membalikkan badan menghadap para sahabat dan berkata :" sesungguhnya tidak ada rahasia bagiku tentang keadaan kalian semalam, tetapi aku khawatir jika shalat ini diwajibkan atas kalian, kemudian kalian tidak mampu untuk melaksanakannya". Setelah itu, sebelum ramadhan berikutnya tiba, nabi muhammad saw wafat, dan mengenai tarawih 20 rakaat, tetap seperti demikian adanya sampai kekhalifahan Abu Bakar, dan di awal kekhalifahan umar bin khatab, dimana ada yang sholat sendiri 20 rakaat.
Hadits yang masyhur lainnya adalah, ketika nabi muhammad saw keluar untuk mengimami para sahabat sebanyak 3 malam yaitu, pada malam ke-23,25 dan 27, akan tetapi nabi tidak keluar untuk mengimami mereka pada malam ke-29. Nabi Muhammad Saw tidak keluar untuk mengimami mereka karena kasihan kepada para sahabat,
Catatan : Nabi Muhammad Saw melaksanakan shalat tarawih bersama para sahabat tersebut sebanyak 8 raka'at dengan 4 salam. Akan tetapi beliau menyempurnakan shalat tarawihnya menjadi 20 raka'at di rumahnya masing-masing, ( ijma'us shakhabah ).
" dari semua hikayat tentang shalat tarawih tsb, tidak ada satupun hadits yeng menerangkan berjama'ah, baik itu hadits-hadits yang menerangkan shalat 11 raka'at, semuanya itu dilakukan oleh nabi tidak dengan berjama'ah".
Shalat tarawih termasuk shalat sunnah mu'akad (istimewa).
"Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) bersamamu." (qs. An-nisa : 102).