Anjuran Menikah
Dari Anas bin Malik ra, ia menceritakan: Ada 3orang atau lebih datang kerumah istri Nabi yang bertanya tentang ibadah beliau. Ketika diberitahukan, seolah-olah mereka membangkan ibadahnya masing-masing seraya berucap: Dibandingkan dng beliau,maka di manakah posisi kita. Sedang beliau telah diberikan ampunan atas dosa-dosa yang akan datang dan yang telah berlalu. Salah seoqang dia antara mereka berkata: Aku senantiasa melakukan shalat malam satu malam penuh yang lain berkata: Aku senantiasa menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya. Kemudian Rasulullah datang dan beliau bersabda: 'Kalian inh orang yang mengatakan ini dan begitu. Ingat, demi Allah;sesungguhnya aku adalah orang yang sangat takut dan bertakwa kepada Allah daripada kalian. Akan tetapi, aku berpuasa dan berbuka,mengerjakan shalat dan tidur serta menikahi wanita. Barang siapa yang tidak suka sunnahku, maka mereka bukan termasuk golonganku.'(HR. Al-Bukhari).
Dari Al-Zuhri, dia menceritakan, Urwah telah memberitahukan kepadaku, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Aisyah mengenar firman Allah dalam surat An-Nisa' ayat 3. Airyah menjawab: 'wahai keponakanku, wanita yatim itu berada dalam kekuasaan walinya. Lalu seorang wali senang kepada harta dan kecantikan nya. Ia ingin mengawininya dengan maskawin yang paling rendah dari biasanya. Karena itu, ia dilarang untuk menikahinya dengan maksud tersebut,kecuali jika mampu berbuat adil kepadanya, sehingga menyempurnakan mas kawin nya. Juga di perbolehkan untuk mengawini wanita-wanita lain selain mereka(wanita-wanita yatim),dengan catatan mampu untuk berlaku adil.'(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Pernikahan merupakan ibadah yang dengan nya wanita Muslimah telah menyempurnakan setengah dari agamanya serta akan menemui Allah dalam keadaan suci dan bersih. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Anas ra bahwa Rasulullah telah bersabda:
'Barang siapa diberi oleh Allah seorang istri yang shalihah, maka Dia telah membantunya untuk menyempurnakan setengah dari agamanya. Untuk ìtu, hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada setengah lainnya.'(HR. Ath-Thabrani dan Al-Hakim)
Juga hadits dari Sa'ad bin Abi Waqash ra, ia bercerita,bahwa Rasulullah pernah bersabda:
'Di antara kebahagiaan bagi anak cucu Adam itu ada tiga, demikian pula kesengsaraan nya. Kebahagiaan dimaksud adalah menikahi wanita(istri) yang shalihah,tempat tinggal yang baik dan kendaraan yang nyaman. Sedangkan diantara kesengsaraan nya adalah memiliki istri yang jahat,tempat tinggal yang buruk dan kendaraan yang buruk pula.(HR. Ahmad dengan sanad shahih)